Namanya Layla. Layla Izzati Khumaira Tenripada, ia sulung dari 3 bersaudara.
Hari ini 16 Februari genap usianya 10 tahun. kami panggil ia dengan sebutan Lala , mbak Lala.
Bundanya jadi mellow gini, antara ga rela tapi pastinya tetep bangga. Ingat jaman masih di perut sampai proses lahiran . lanjut sampai ia bisa memanggil Ayah bunda dan beribu kosakata lain.
sekarang Lala sudah duduk di kelas 5 MI PKP . Sudah ada perubahan . Sekarang yang terdengar dari mulut kecilnya bukan lagi senandung Lihat Kebunku atau Bintang Kecil. tapi lagu-lagu Ariana Grande, Taylor Swift dan kawan-kawan lainya lah. Halahh anakku wis gede. Dulu boleh lah bunda nya jadi penyanyi paling merdu dan dinantikan sama anak-anak. tapi sekarang 2 adiknya ya berguru sama Lala. Haihh kalah saing sayahh.
Anyway, jadi inget surat yang mbak lala dan saya buat untuk tugas sekolahnya. Lala menulis dengan bahasa nya dia dan saya menyempurnakannya agar lebih indah menghayatinya. Surat ini dibuat saat ia duduk di kelas 4 :

Bunda, Penyejuk Hati dan Penyemangat ku

Hai, namaku Layla Izzati. Aku sering dipanggil Lala. Aku bersekolah di MI PKP JIS dan duduk dibangku kelas 4. Aku memiliki seorang ibu yang aku panggil dengan sebutan bunda, Bunda Eda Soetjipto namanya.
Bunda membesarkan dan merawatku sejak aku bayi hingga sekarang tanpa pamrih. Beliau sengaja berhenti bekerja semenjak aku dan adik-adikku lahir. Bunda adalah guru pertamaku yang mengajarkan membaca, menulis dan masih banyak lagi. Bunda juga menjadi tempat aku bercerita apa saja, berkeluh kesah dan juga berbagi segalanya. Kalau aku sedih, bunda pasti menghibur dan mengajari untuk sabar.

Bunda dan mbak Lala. we love each other
Bunda dan mbak Lala. we love each other

Ini fotoku bersama Bunda.
Bunda dan mbak Lala. we love each other !
Aku sayang bunda. Bunda yang mengajari kalau aku ada tugas sekolah dan pekerjaan rumah yang aku belum mengerti.

Bunda sering berpesan tentang banyak hal kepadaku dan adik-adik. Diantaranya adalah :
“Dimanapun mbak, jangan lupa shalat dan berdoa ya”
“ Sayangi adik-adik. Ingat, mereka selalu mencontoh kakaknya “
Dan masih banyaaaak lagi ucapan bunda yang membuat aku tambah semangat.
Oh, iya aku dan bunda sering sekali bertukar surat cinta. Bunda sering menyelipkan surat cinta nya di kotak makananku atau menempelnya dengan stiker. Aku senaaang sekali membacanya.
Setiap di dekat bunda, aku merasa senang dan tenang. Aku tidak bisa jauh dari beliau , karena kalau berjauhan aku pasti rindu sekali.

I Love You, Bunda
Mmmuuaach !!
LAYLA IZZATI KHUMAIRA TENRIPADA
Kelas 4B

emaknya sedih, terharu juga. sebenernya yang ga bisa jauh itu saya sih. Pengen lindungi dan jauhkan dia dari segala macam masalah ataupun kesulitan. Tapi demi proses pembelajaran lala sendiri,saya ga bisa egois, toh ia akan belajar dari setiap kesalahan yang dia buat, kesedihan yang dialaminya maupun kebahagiaan yang menyirami hari-harinya sekarang juga nanti.

You’re always our little girl.
“I must give everything to make her life as beautiful as the dreams that dance in her imagination”.

Damai, 16 Februari 2016