Setiap kali pulang kerja, Alhamdulillah anak-anak selalu menyambut dengan teriakan dan pelukan . maklum, baru 2 bulan ini saya kembali berkecimpung dengan urusan pekerjaan. Tuntutan hidup🙂

Setiap pelukan pastilah berbalas dengan ciuman dan dusel-duselan (*eh ini bahasa Indonesia enaknya apa ya?) . Berlanjut dengan anak-anak berangkat mandi yang masih bisa saya tangani setiap sore. Alhamdulillah lagi.

Tapi suatu kali, si bungsu Mio tidak ikut teriak. Ia hanya bergegas memeluk saya seraya berujar “ Bunda, Mio gak mau dipanggil Mio lagi” sambil mulutnya cemberut lucu.

Waittt.. ada yang salah nih. Secara sudah se tahun belakangan dia memang minta dipanggil mio karena alasan ini.

Pelan-pelan aku tanya, sambil ditaruh pantatnya dipangkuanku.

“Lho kenapa? Dulu kan mio suka nama itu?”

“Sekarang gak mau lagi.”

“Kenapa?”

“habis mio di justirizer (ngomong pake gaya belepotannya) gak bisa berantem !”

Laaaahhhh ? ?

Oke, waktunya negosiasi nama sekarang.

“Kalo gitu Mio dipanggil sasha lagi aja yaa, kayak dulu” dan kedua kakaknya pun ikut mengamini ucapanku.

“Gak Mau!”

Laaaahhh lagi.

Itu kejadian seminggu lalu. Dan sore ini kembali Mio menghampiriku sambil senyum-senyum.

“Bunda, Mio dipanggil mio aja deh”

Oke, ini pertanda dia sudah balik lagi mengagumi tokoh Mio tendo ( justiriser) nya.

“Ya udah, kalo gitu Mio udah bisa jadi robot lagi yaa” sahutku sambil senyam senyum

Dan dengan cepat Mio menjawab :” Enggak!! Mio jadi robot tapi robotnya IRON MAN !”

Laahhhh !!

#Okesipp Mio.