Siang ini saya terkejut dengan kicauan seseorang di twitter dan membuat saya tergelitik untuk menulis di blog . Isi tweetnya adalah :

“ Biasanya perempuan melakukan perselingkuhan dengan misi balas dendam untuk menyamakan skor” ( https://twitter.com/tontham/status/272195922530824192)

Astagfirullah.

Jujur saya tidak menyangka bila ada perempuan yang mau melakukannya dengan tujuan di atas.

Skor Satu Sama.

Rasa pedih memang tidak bisa terelakkan bila dihadapkan pada situasi yang menyangkut perselingkuhan.

Perselingkuhan teman, kerabat, kenalan atau malah justru pasangan kita sendiri

Tapi apakah balas dendam untuk menyamakan skor justru membuat perempuan lebih berharga?

Sama sekali tidak

Beberapa orang boleh dan bisa memiliki pandangan berbeda. Saya sangat menghargainya, terutama sekarang ini. Perbedaan pandangan bisa disebabkan karena beberapa hal. Dan diantaranya yang saya tahu adalah pengalaman. Pengalaman mengajarkan banyak hal dan hikmah yang berbeda-beda.

Selain itu ajaran agama yang mendasari setiap langkah seseorang juga menjadi salah satu alasan. Seburuk apapun perlakuan seseorang, kembali lagi hanya iman dan akhlak yang bisa menjaga diri kita.

Dan tentu saja akan mengontrol langkah selanjutnya yang akan kita ambil

Tapi menyamakan skor?

Ya Allah, ampuni kami kaum wanita yang kerap menjadi korban dan juga menjadikan dirinya korban. Karena emosi , kami kerap tidak berfikir panjang.

Respon kita adalah pilihan. Membalas dendam ataukah cukup dengan bersimpuh memasrahkan pada Sang Kuasa

Kepasrahan ini sering dianggap kalah, lemah dan tak berdaya

Tapi kepasrahan pada Allah sangat berbeda dengan pasrah tak berdaya seorang manusia terhadap manusia lainnya. Karena itu Pasrahlah hanya pada Sang Pencipta.

Karena di dalam kepasrahan pada Sang Penguasa Jagat justru tersimpan kekuatan besar untuk membentengi diri dari kerusakan. Kerusakan jiwa, akal, emosi yang bisa membenamkan diri ke dalam keputusasaan.

Perbanyaklah doa, zikr dan berhati-hati dalam perkara Syubhat.  Karena Rasul SAW pernah brsabda :

“Kebaikan itu adalah yang jiwa merasa tenang dan hati merasa tentram kepadanya. Sementara dosa adalah yang jiwa merasa tidak tenang dan hati merasa tidak tentram kepadanya, walaupun orang-orang mememberimu fatwa (menjadikan untukmu keringanan)” . (HR Ahmad no. 17894, dishahihkan al Albani dalam Shahîh al Jâmi no: 2881)

Wahai saudariku,

Seorang wanita bakal menjadi ibu nantinya.

Bagaimana akan Ia jadikan anak-anak kita shalih dan shalihah bila kita tak mampu menjaga diri , menjaga kehormatan kita sendiri?

Tidak ada ibu yang menginginkan anak-anaknya menderita atau mengalami hal-hal menyakitkan dalam hidupnya. Karena sekeras apapun kita menjaga dan membentengi mereka, suatu saat mereka tidak lagi menjadi tanggung jawab kita. Akankah pernah kau bayangkan wahai saudariku, perbuatan buruk kita akan menyambangi kehidupan mereka kelak?

Manakala istri tidak bisa menjaga kehormatan dan justru menebar aibnya di luar. Maka peran suami akan dipertanyakan di hadapan Allah nantinya. Maka bantulah ia, suamimu. Seburuk-buruk suami ia adalah pasangan hidupmu. Pilihanmu dan dalam ikatan suci yang bernama pernikahan kalian telah diresmikan dan diberi hidayah serta dilimpahi kasih sayang luar biasa.

Menyamakan skor bukanlah prestasi

Menyamakan kedudukan bukanlah keberhasilan. Karena perselingkuhan bukanlah suatu pertandingan.

Bertandinglah untuk menggapai cinta sang Pemilik Hidup

Bersainglah untuk meraih kasih sayang Sang Pengendali Hati

Dan berdoalah kepada Sang Pembolak-balik hati manusia.

Karena kita hanya mampu merespon perselingkuhan dengan emosi dan ketidakwarasan

Yang justru akan menambah luka pada setiap hati yang terlibat di dalamnya

Sedang Allah, Ia Maha Penentu

Tak ada seorangpun yang luput dari kehendak-Nya

Dan bila Allah sudah berkehendak

Tak akan ada lagi istilah :  Skor Satu Sama .