Tak sengaja hari itu menemukan sesuatu yang amat berharga bagiku.

Beberapa lembar kertas .

Bukan jenis kertas yang istimewa, tapi isinya sangat berharga

Lembaran kertas berupa surat itu ku temukan di meja samping laptop

Rupanya surat cinta. Dari anak sulung ku, Layla.

Kata-kata sederhana tapi begitu tulus dia ucapkan.. ya tulus, semua terpancar dari mata malaikatnya yang mengerjap bak intan menggoda, bagai meminta untuk segera dipeluk dan dicium setelah kubaca surat itu. Tak nampak, buliran air mata menetes .

Baru beberapa hari lalu ia sakit. Sejak idul fitri kemarin badannya demam, angka 37 tampak di thermometer. Meski hari berikutnya membaik tapi di hari selasa ia mengeluh sakit perut. Dan semakin memburuk di hari rabu meski serangan datangnya dalam frekwensi yang tidak berdekatan. Badan kecilnya hingga menekuk menahan sakit dan peluh mengalir dari tubuh kecilnya.

Rabu pagi ku bawa ke bu bidan, tapi langsung dirujuk ke RS Haji.

Segera kugendong ia untuk mendapatkan taksi .

Ternyata ia kena serangan keram usus.

Now, she is here .With me and with her beautiful eyes staring at me.

I love you, Layla.

I learn so many things since you were born.

Thank you

Thank you for loving me like this.

* speechless

And these are some of the letters