Tidak terasa hampir setahun Layla menjalani perannya selaku murid sekolah di MI PKP Jakarta Islamic School. Kalau ingat pengalaman bagaimana ia akhirnya bisa masuk ke sekolah ini terkadang membuat saya tersenyum. Maklum, Layla baru berusia 5 tahun 4 bulan saat diterima di sekolah tersebut.

Alhamdulillah, layla bisa menyerap pelajaran dengan baik bahkan juga mampu meraih prestasi akademik di kelasnya.

Hal yang membuat saya kagum dari pengalaman layla selama bersekolah adalah :

a. Tidak pernah ada kata bosan. Setiap hari layla selalu semangat sekolah. Kalau tidak karena sakit, enggan sekali dia absen. Bahkan saat ujian akhir semester layla kekeuh untuk masuk dan menyelesaikan ujiannya meskipun ia sedang demam. kala di mana-mana mewabah radang tenggorokan dan layla sempat terkena, ia hanya sakit selama 4 hari dan tidak harus dirawat di RS. Yang membuatnya semangat dan tetap mau makan adalah semangatnya untuk cepat-cepat sekolah dan bertemu teman-teman kelasnya.

b. Layla suka sekali sekolah yang banyak pohon dan lapangan rumput. Pernah beberapa kali saya terlambat menjemput layla, sudah dipastikan ia hilang dari kelas dan entah main di sudut sekolah sebelah mana. Tas masih di kelas, tapi layla bisa saja ada di kantin,masjid, lapangan teater, lapangan bola, aula, Lab, atau TK . pastinya sih ia tidak akan mau main ke MTs atau MA  . Pulang sekolah baju seragamnya pasti basah keringat. Oh ya kalau ia sedang merasa agak demam atau gejala pilek, biasanya ia cukup main panas-panasan di waktu shalat Dhuha. Biasanya pilek akan pergi dengan sendirinya

c. Suka Berteman. Layla tidak pilih-pilih teman. Ia kurang menyukai adanya ‘genk’ atau ‘kelompok-kelompok’ tertentu yang sengaja memisahkan diri . Ia acapkali bercerita , bingung dengan sikap temannya yang sering bermusuh-musuhan padahal sebelumnya teman dekat. Lucu sih kalau dengar ceritanya. Duh, kamu polos amat Nak!

d. Komunikasi yang baik dengan The mama’s. Ini sih julukan untuk mempermudah saja. Para mama di kelas layla sangat kompak dan akrab. Koordinasi mereka juga baik. Saya yang termasuk tidak aktif di setiap kegiatan tapi tetap diinformasikan bila ada perubahan atau rencana yang berkaitan dengan masalah anak dan kelas. Pengumpulan uang kas, kunjungan ke anak yang sakit sampai pembelian hadiah-hadiah saat kenaikan kelas rasanya akan menjadi hal yang bakal saya rindukan nantinya. Thank to you All Mama!

e. Ibu Guru yang super sabar . Nah, ini faktor utama yang menjadikan saya nyaman menitipkan Layla di sekolah. Guru kelas Layla, bu Anne dan bu Arum adalah 2 orang guru yang saya rasa hatinya terbuat dari emas. Mereka sabar dan baik banget! Pernah saya dapati beliau ini tengah menjahit resleting tas salah seorang muridnya yang sobek, atau menemani jajan di kantin sekolah ( anak-anak kelas 1 belum faham uang kan?) , memijat anak-anak yang sedang pusing, dan masih banyak hal lainnya yang saya rasa semua anak jadi dekat dan akrab dengan beliau-beliau ini karena sudah merasa seperti ibu kedua mereka. Subhanallah, semoga Allah membalas semua kebaikan ibu berdua.

Saya akui faktor guru sangat menunjang kenyamanan anak dalam menjalani semua kegiatannya di sekolah. Saya berkomunikasi dengan baik dengan mereka tapi saya merasa tidak cukup dengan itu saja. Beberapa bulan sekali saya sempatkan berbagi cerita dengan guru kelas tentang perkembangan dan pengalaman anak. Karena kegiatan layla adalah rumah dan sekolah maka antara saya dan guru kelasnya haruslah memiliki kesamaan dalam memandang suatu masalah. Tidak ada standar ganda, di rumah boleh di sekolah tidak boleh. Saat Layla harus belajar untuk berani berkata TIDAK pada teman kelasnya, di rumah pun saya membiasakan layla untuk juga berani menyatakan pendapatnya. Alhamdulillah, bu Anne dan bu Arum sangat kooperatif dalam hal ini. Thanks ya Bu !

Dan besok Layla akan menerima raport terakhirnya di bangku kelas 1. Nilai yang didapatnya meski bukan nilai sempurna tapi mambanggakan bagi saya. Kebanggaan saya tidak terletak pada nilai yang diraihnya tapi kesungguhannya dalam mencapai nilai-nilai tersebut. Saya hanya mendorong dan memberi umpan selebihnya ia menangkap dan melakukan sendiri tugas-tugasnya.

Semoga Layla selalu menjadi anak manis yang membanggakan , Bunda sayang padamu, Anakku!