“The Jihad of a woman is to afford pleasant company to her husband”

Rangkaian kata di atas selalu terngiang di benak saya manakali pertama kali diucapkan oleh orangtua saya. Dan kembali pagi tadi saya membacanya saat sedang blogwalking ke Syafiqb.com, sebuah blog milik seorang kawan, @sbasria

Kalimat di atas jangan diterjemahkan secara harfiah tanpa memahami latar belakang dan diimbangi dengan ajaran agama yang menjelaskan kekuatan dan kelemahan seorang wanita, hak dan kewajiban wanita dan lain-lain. Dan bukan itu juga yang akan saya tuliskan disini.

Dulu saya sering berfikir, susahnya jadi perempuan dan lebih enak jadi laki-laki. Arogansi dan ambisi laki-laki masih bisa ditoleransi atas dasar tanggung jawab. Tapi untuk wanita, ada kodrat yang tidak bisa dipungkiri dan dulu pernah saya anggap melemahkan juga merugikan.

Tapi kelemahan wanita karena kami memang layak untuk dilindungi. Kami punya banyak kelebihan lain yang tidak dimiliki pria. Silakan browsing dan cari artikel mengenai kehebatan wanita. Pastilah akan ditemui banyak hal istimewa yang merupakan anugerah dari Tuhan untuk kami, perempuan.

Jadi kalau saya menyukai kalimat di atas rasanya juga sah-sah saja. Menjadi wanita dengan segala kepandaiannya memutar kata, menghiasi kalimat sederhana, mendramatisir keadaan diperlukan dalam menghadapi laki-laki dimana dalam hal ini suami. Menjadi teman yang menyenangkan bagi suami. Beribadah bagi kami wanita lebih mudah. Mempersiapkan kebutuhan suami, mengurus anak-anak buah cinta berdua itu sudah merupakan ibadah. Dan itu semua pekerjaan yang tanpa disadari oleh wanita dilakukannya setiap waktu dan menjadi ladang ibadah yang tak terhingga nilainya.

Ah, meski ada beberapa masalah dan kendala yang menghampiri dalam kehidupan berpasang-pasangan namun seiring waktu semua akan indah kembali bila kita serahkan semua pada Tuhan. Belajar ikhlas sangatlah tidak mudah. Melatih kesabaranpun butuh waktu yang tidak singkat. Tapi setidaknya kita mau belajar. Belajar untuk mengerti, memahami dan bekerja sama dengan baik.

Semoga Allah menjaga setiap langkah kami dalam membina rumah tangga.

Amin ya Robbal alamin