Entah kenapa satu bulan belakangan saya teringat terus dengan almarhum bapak. Yah, sudah lebih dari 20 tahun beliau pergi dalam suatu musibah. dan sejak itu hingga sekarang alhamdulillah doa kami insya allah tidak pernah terputus selalu kami panjatkan untuk beliau.

Bapak adalah tempat saya menuangkan semua uneg-uneg saya. Tempat mengadu saya bilamana saya mempunyai masalah. Bukan berarti saya tidak dekat dengan ibu, tapi memang kalau mau dibandingkan saya lebih dekat ke Bapak. Saya ingat masalah terakhir saya yang beliau bantu adalah saat saya berselisih paham dengan guru di sekolah. Bapak begitu mengkhawatirkan bilamana kedua putrinya sedang menghadapi kesulitan. Bapak itu galak tapi bukan pemarah. Kalau beliau tidak suka sesuatu hal dari diri kami, beliau akan diam sampai kami menyadari kesalahan yang sudah kami lakukan.  Dan kami sekeluarga tahu betapa beliau sangat menyayangi kami.

Tapi entah kenapa tiba-tiba saja saya merindukan kehadiran beliau di sisi saya. saya tidak pernah serindu ini setelah sekian puluh tahun. Apakah mungkin belakangan saya agak mengabaikan beliau? mungkin.

Yang pasti saya akan panjatkan doa malam ini untuk bapak. Saya mau sowan ke makam bapak. Saya mau banyak cerita ke bapak meski saya tahu bapak nggak akan dengar. tapi paling tidak itu cukup untuk menebus rasa bersalah saya dan rasa kangen saya pada beliau.

Bapak, apa kabarmu di sana?

Bapak, anakmu ini kangen.

Semoga bapak mendapatkan kebahagiaan di atas sana ya Pak!

Salam khidmat,

Anakmu.