Menjelang akhir Ramadhan tahun ini kembali #thetenris minta diperbolehkan nonton sekali lagi. Dan pilihannya hanya ada 2 yaitu : 5 Elang atau Tendangan dari Langit (TDL). Pilihan jatuh pada film kedua dan ternyata kebetulan yang masih main ya TDL ( jadi bertanya-tanya, kenapa 5 Elang begitu cepat hilang?). Ternyata sepak bola jauh lebih menarik untuk #thetenris dibanding kan Pramuka . Ya iyalah, sejak masih di perut sampai sekarang juga mereka lebih sering dengar istilah Gol dan Manchester dibandingkan Siaga, Penggalang dan istilah lain dalam kepanduan.

Setelah berbuka barang sejenak, memastikan #thetenris sudah makan dan minum langsung deh melesat ke studio 3. Karena si bungsu juga sudah 2 kali ikut nonton, antusiasnya sama besar dengan 2 kakaknya.

Selama film diputar, ketiganya kelihatan khusyuk menikmati permainan Wahyu dkk. Terkadang tertawa, tapi yang paling sering bertanya. Kali ini mereka jauh lebih menikmati dan lebih mudah menangkap dibanding saat nonton Transformer 3, karena bahasa yang dipakai ya bahasa indonesia dan bahasa jawa. Tenriola begitu semangat begitu melihat tokoh Wahyu bermain-main dengan bolanya di sekitar Bromo. Sebentar sebentar ia berucap : wuuuuu…..wiiiii… bahkan sampai si bungsu Tenribali ikutan bertepuk tangan dan loncat saat Wahyu berhasil menyarangkan bola ke gawang lawannya. Heboh.. dan lucu pastinya.

Salah satu tokoh yang menarik perhatian Tenripada adalah Hasan yang diperankan dengan baik oleh Agus Kuncoro. Katanya, ‘eh itu kan Azzam bunda ‘ ya Azzam adalah tokoh yang diperankan Agus dalam sinetron religi Para Pencari Tuhan di salah satu stasiun televisi. Dan karena Cuma itu satu-satunya sinetron yang rajin saya ikuti jadinya #thetenris cukup akrab dengan beberapa tokoh di dalamnya.

Selain itu tokoh yang menarik bagi #thetenris adalah Pur, yang diperankan oleh Joshua Suherman. Penyanyi yang lagunya sampai sekarang masih sering dinyanyikan oleh Tenriola ini berperan sebagai teman Wahyu yang sangat menyukai puisi. Segala sesuatunya selalu dibawakan dengan berpuisi. Aneh sih sebenarnya karena puisis-puisinya tidak puitis sama sekali hehehe.

Nah, satu-satunya tokoh yang sudah dihapalkan anak-anak meskipun belum nonton filmnya adalah Irfan Bachdim. Meski saya sama sekali nggak ngefans, tapi jangan ditanya deh kalo #thetenris. Nggak di iklan, nggak di spanduk wajah Irfan sudah akrab bagi siapapun meski bagi saya ia belum punya prestasi yang cukup membanggakan.

Begitu pulang, nggak berhenti-berhenti cerita mengalir dari mulut #thetenris. Bahkan baru duduk manis di mobil, Tenripada sudah kepingin nonton TDL lagi. Halah! Sampai di rumah pun ketiganya semangat cerita pada Eyang Putrinya sambil memperagakan gaya menendang bola dan lompatan saat menendang.

Hehehe thanks Ayah! sudah berhasil melakukan 2 hal baik nih, #thetenris happy diajak nonton dan menumbuhkan kecintaan pada sepak bola pada anak-anak. Maksudnya, nyari temen kalo lagi nonton yaa

Semoga Sepak Bola di Indonesia maju terus dan membuat saya mau nonton Liga Indonesia serajin saya nonton Liga Inggris.