Ruam.

Kata yang satu ini pasti familiar di telinga kita.  Terutama bagi kaum ibu khususnya yang punya bayi. Dalam istilah medis disebut Miliaria. Meski sesungguhnya masalah ruam ini juga dialami orang dewasa. Ruam terjadi biasanya saat udara panas, lembab atau pada bayi bila popoknya sudah terlalu lama dan harus segera diganti.

Saya termasuk orang yang paling males kena sengatan matahari. Kalau masih panas biasa okelah. Sebab saya juga paling males berkeringat banyak. Eiits.. bukan karena faktor bau badan atau malas olahraga. Tapi lebih karena faktor kenyamanan. Kalau mau olahraga atau berkeringat adalah waktu tersendiri. Dan biasanya saat mandi saya akan langsung menggunakan sabun antiseptik. Tujuannya menghindari ruam ataupun gatal.

Tapi ada beberapa cara lho untuk menghindari ataupun mngatasi Ruam ini.

1.Untuk mencegah penyebaran, segera dinginkan kulit ketika ruam mulai timbul. Atau dinginkan dengan sekantong es dan tempelkan pada bagian yang ruam. Diamkan selama sekitar 10 menit setiap 3-4 jam.

2. Gosokkan potongan lidah buaya di daerah yang terkena ruam, tiga kali sehari. Bisa juga dengan gel lidah buaya. Lidah buaya mengandung sifat penyembuh yang sangat baik dan akan memberikan efek pendinginan.

3. Saat mandi, rendam diri tubuh dalam air hangat yang telah dicampur dengan sedikit baking soda. Ini adalah obat yang baik untuk meredakan rasa gatal akibat ruam.

4. Setelah mandi, taburkan bedak tanpa parfum ke kulit sekitar 3-4 kali sehari. Bedak akan membuat tubuh bebas dari keringat dan kondisi lembap.

Untuk anak-anak, saya biasa memberikan salep kulit Benoson-N Cream atau Cream Chloramfecort-H Cukup dioles tipis-tipis setiap 3 – 4 jam.

Nah, semoga tak ada lagi masalah berkepanjangan dengan ruam.

Sumber