Duh, nyesel deh tadi habis marahin si kakak

Sering saya dengar dan lihat penyesalan macam di atas. Biasa, saat anak-anak melakukan kekeliruan atau kenakalan maka tak ayal membuat sang ibu berang. Saya juga pernah mengalaminya.

Saat si kecil mulai berusia 3 tahun memasuki masa trantum rasanya itu yang paling sering saya alami harus ‘bersebrangan’ dan ‘bersilang’ pendapat dengan saya. Tidk mau menuruti atau mendengar malah justru melakukan hal yang dilarang. Masa-masa mereka mau coba-coba, eksplorasi hal yang baru.

Untuk menangani hal semacam ini saya amat berbeda dengan si Ayah. Kalau saya memilih menegurnya langsung dan ‘menceramahi’ bahkan kalau perlu saya buat contoh kasus agar anak-anak bisa membayangkan dan bisa lebih memahami maksud saya. Tapi tidak dengan si ayah. Ia hanya cukup berkata ‘tidak’ dan ‘boleh’ saat itu. Penjelasan lengkap akan menyusul setelahnya saat anak-anak sudah tidak ngamuk. Buat saya, rasanya itu kelamaan hehehe.

Tapi lama-lama saya bisa melihat perbedaannya. Dan lagi, saya tindakan saya tadi kurang efisien ternyata.

Saya cenderung banyak bicara sedang ayahnya tidak.

Saya lebih sering menilai tapi secara instant

Saya perfeksionis tapi masih ber standar ganda

Hahahaha.. saya memang jauuh dari sempurna. Jauuuuhh sekali.

Sekarang saya belajar kompromi

Belajar untuk lebih mendengarkan

Belajar menjadi tim dan bukan model

Belajar duduk sama tinggi.

Sekarang beberapa kali dalam kesempatan sebelum tidur, saya selipkan ucapan pada anak-anak

“Maafkan bunda ya nak, hari ini bunda banyak kesalahan dan marah-marah”

Dan dalam setiap obrolan juga terkadang saya tambahkan

‘yuk saling mengingatkan. Kalau Bunda suaranya tinggi ditegur, diingatkan. ‘

Setelah itu rasanya legaa hati saya.

Anak-anak cenderung cepat lupa dengan ‘pertengkaran’. Lihat betapa cepat mereka bermain lagi setelah saling bersitegang. Betapa mudahnya mereka kemudian bersikap manis di depan kita setelah sebelumnya tangis tertumpah.

Hmm meminta maaf itu mungkin sulit. Tapi efeknya, begitu melegakan batin. Jadi, mulai saat ini dan seterusnya saya akan memperbaiki kekurangan-kekurangan terutama bila dampaknya menyangkut anak-anak. Malaikat-malaikat kami. #thetenris.