Kehangatan pasangan suami istri rasanya sudah menjadi hal yang layak umum dan pastinya semua orang bisa memakluminya. Lha wong pasutri, normal dong, kan sudah halal bersertifikasi😀 . Tapi apakah layak jika kehangatan itu kita tunjukkan agak berlebihan (saya menggunakan kata agak, karena jelas kontra dengan yang berlebihan) di muka umum ? di depan khalayak ramai yang notabene orang-orang dari beragam usia, kultur, emosi dan pandangan?

Saya tidak membahas masalah ini berdasarkan riset atau pandangan golongan tertentu. Hanya mencoba menyatakan pendapat dari sisi saya berdasarkan pengalaman saya, dengan suami tentu saja.

Dulu, di awal-awal usia pernikahan kami (kami bukan pasangan yang menganut wajib pacaran ) saya pernah menanyakan pada suami saya mengenai sikap pasutri yang mempertontonkan kemesraan di depan umum. Apakah kami akan melakukan hal yang sama yang tanpa malu-malu saling berpelukan, berciuman ataupun sekedar menunjukkan bahasa tubuh kalau sedang dilanda ‘panasnya cinta’ ? ternyata jawaban beliau adalah TIDAK.

Me : “Kenapa kok enggak ? kan kita memang sudah pasutri?”

Suami: “ alasan pertama : tidak semua orang yang melihat merasakan kebahagiaan yang sama dengan kita”

Alasan kedua: nggak semua orang tahu kan kalau kita pasutri? Menghindari omongan meskipun omongannya salah

Alasan ketiga: untuk apa juga kita begitu? Niatnya mau pamer ? kalau mau pamer ya ke Allah bukan orang lain.

Saya setuju sekali dengan jawaban beliau.

Pernah protes? Ya enggak lah. Buat saya rasanya malu menjadi tontonan/perhatian orang untuk urusan yang sifatnya pribadi. Kalau mau minta gandeng ya monggo silahkan daripada nanti ketinggalan atau ilang kann?