Belum genap 2 hari saya menulis tentang teh fika.

Malam tadi saya mendapat kabar dari Suami bahwa ia sudah pergi menghadap sang Empunya hidup.

Saya terdiam, bukan karena film Sang Pemimpi, tapi karena saya merasa seperti mimpi.

2 hari belakangan kabar yang kami terima dari Twitter mengenai kondisi teteh sepertinya ada

kemajuan. rupanya itu hanya kabar baik sesaat. sampai malam tadi berita duka itu sampai.

Yah, ternyata sayang dan cinta dari kami, teman & kerabat masih jauh dari rasa sayang Allah pada teh fika. Hingga Ia ingin cepat-cepat menyandingkan teteh dengat hamba-hamba yang disayangi-Nya.

Selamat jalan ya Teteh,

Sampai detik ini air mata ini masih sering menetes bila mengingat teteh.

Saya jadi sering lihat foto teteh

saya jadi rutin berkunjung ke fesbuk atau timeline teteh

Seakan berharap, seandainya saja ada status terbaru yang bisa teteh tulis disana

Sesungguhnya hak Allah adalah mengambil sesuatu dan memberikan sesuatu. Segala sesuatu yang disisi-Nya dibatasi dengan ajal yang ditentukan. Oleh karena itu, bersabarlah dan carilah ridha Allah (HR. Bukari 2/80 dan Muslim 2/636).