Ah masak?

Itu yang pertama kali melintas di kepala saya saat membaca artikel ini. Masalahnya setiap kali memandang brokoli si bola ijo ini yang terbayang adalah ratusan ulat kecil yang sedang asyik leyeh-leyeh di balik rerimbunan daunnya yang keriwil. Sama seperti saat saya melihat bunga kol.

Persahabatan saya dengan brokoli dimulai semenjak saya punya bayi yang sudah siap makan. Hmm.. jangan ditanya, mulai dari ikan, brokoli, pokcoy dan lainnya bisa saya hajar jadi satu dalam bubur lembut buat buah hai tercinta.

Tapi, sekarang saatnya saya mencoba berakrab akrab dengan brokoli lagi. So, mulai saya gugling mencari resep yang masuk di akal saya.

ini artikelnya :

Mengonsumsi brokoli setiap hari bisa menekan risiko penyakit maag, infeksi lambung, bahkan kanker!

Beragam penelitian tentang brokoli mengungkapkan bahwa kandungan antioksidan dalam brokoli sangat besar, sehingga mampu menekan risiko kanker.

Namun penelitian terbaru dan lebih spesifik mampu memberikan gambaran kemampuan brokoli dalam menekan risiko beragam gangguan perncernaan seperti maag, infeksi lambung, dan kemungkinan kanker perut.

Dalam sebuah studi di Jepang, para ahli mendapati fakta bahwa mengonsumsi 70 gram brokoli segar setiap hari selama dua bulan dapat melindungi tubuh manusia dari bakteri perut yang terkait penyakit maag, infeksi lambung, bahkan kanker perut.

Kandungan sulforaphane yang ada dalam brokoli dapat memicu enzim dalam perut, sehingga memberikan perlindungan terhadap senyawa radikal yang dapat merusak DNA dan menyebabkan peradangan.

Sulforaphane dalam brokoli juga diketahui mampu meningkatkan produksi enzim fase II di hati. Enzim ini berperan menggandeng bahan-bahan karsinogen yang dihasilkan dari senyawa prokarsinogen dan mengeluarkannya dari sel. Perlu diketahui, kandungan sulforaphane dalam kecambah brokoli segar lebih tinggi daripada brokoli yang sudah direbus terlalu matang.

Tip: Pilihlah brokoli yang berwarna hijau gelap. Selain dimakan langsung sebagai lalapan, brokoli juga bisa dicampur sayuran dan buah lain untuk salad. Atau pilihan lainnya, Anda bisa mengonsumsi brokoli dalam bentuk jus.