Zakia, begitu nama depannya. Lengkapnya Zakia Ardhani Khalida Tenribali. Namun sesuai permintaan kakak-kakaknya ia dipanggil zaza. Ia lahir 20 juni 2009, hari sabtu berbarengan dengan acara perpisahan di sekolah sepupunya

Pagi itu, seperti biasa setelah rutinitas pagi selesai, saya bangunkan lala dan adiknya caca lebih pagi dari biasanya. Smentara saya dan ayahnya sudah mandi sejak pagi juga sudah mempersiapkan bekal buat acara nanti.

Kegiatan harian juga berjalan normal. Memandikan, membuat sarapan, susu dan juga memilihkan pakaian untuk anak-anak dan tentu saja keperluan si ayah. Belakangan kegiatan itu saya lakukan dengan diselingi berjongkok dengan durasi sekitar 2 menit dan frekwensi makin sering. Maklum sedang hamil tua masuk di minggu ke 37 saya harus sering-sering melakukannya meski alhamdulillah di usia kehamilan memasuki minggu ke 32 kepala bayi sudah masuk panggul. Bahkan pernah dokter memperkirakan si jabang bayi bisa saja lahir sebelum waktunya. wuiiih ga sabar rasanya.

Beberapa kali di minggu-minggu sebelumnya memang mulas dan kontraksi mendera saya dan makin sering saat memasuki hamil tua. Bahkan ayah yang semestinya menghadiri suatu konferensi besar di San Fransisco tgl 31 mei selama seminggu berkeras membatalkan kepergiannya. Semula saya paksa ayah untuk berangkat, toh saya masih bisa ditemani ibu dan juga ada mami di jakarta. Apalagi kpergian ayah ini atas undangan teman baiknya yang juga pernah datang berkunjung sebelumnya untuk acara serupa yang diselenggarakan di Indonesia.

” Sayang banget lho kalau ayah nggak datang, ini acara worldwide dan tidak semua orang diundang di acara itu,  nanti nyesel lho”

Tapi ayah, seperti biasa dengan tegasnya menjawab:

“Bunda, ayah akan jauh lebih menyesal bahkan sangat-sangat menyesal kalau sampai melewatkan kelahiran bayi ini. Ke SF bisa kapan-kapan. Tapi, persalinan ini cuma sekali dan kalau terlewat, menyesal seumur hidup”

uuuuuhh….ayah… yg kayak gini ini yang bikin saya makin sayang dan cinta setiap saat. Nggak berlebihan, nggak merayu. Pokoknya bisa membuat saya tenang dan nyaman.

Jam sudah menunjukkan jam 8 pagi dan anak-anak sudah siap rapi berangkat. tapi saat saya hendak  berganti pakaian tiba-tiba datang rasa mulas yang sangat saya hafal ini adalah awal dari kontraksi menjelang persalinan

Oke, saya dan suami putuskan setelah mengantar anak-anak dan eyangnya kami akan langsung ke klinik Bidan Ros.

jam 9.30 kami tiba dan langsung disambut suster ramah, ” sudah waktunya ya bu? ayo langsung saja ke kamar istirahat”

setelah masuk kamar, seperti biasa saya langsung bikin ‘sarang’. ini istilah saya tiap kali hendak persalinan. bersih-bersih kamar, rapi-rapi baju pokoknya bikin kamar itu seperti kamar sendiri. Mungkin ini namanya naluri setiap ibu dari mahluk hidup tiap kali hendak melahirkan, bersarang.

Rasanya tidak lama jam 2 siang waktu persalinan itu tiba. kali ini yang termudah. Bukaan 2 ke bukaan 10 cukup hanya 4 jam saja. dan ada yang lucu dari persalinan ini.

Saat masih di kamar saya sudah merasakan kepala si bayi ini sudah memaksa keluar. ketuban belum pecah sih jadi masih tenang. saya berjalan ke ruang tindakan yang tidak jauh letaknya, hanya di ruang sebelah. sampai di sana saya berbaring menunggu bidan yang sedang memeriksa paien di sebelah saya. Duhhh saat itu benar-benar kepala bayi sudah keluar deh. saya kerahkan ilmu dari senam kegel buat menahannya. hihihi

Saat ibu bidan memeriksa, si asistennya berbisik ke saya.

” ibu, jangan ngeden dulu…”

” walahh mbak itu belum ngeden memang bayinya sudah ga betahh”

hahaha.. masih jug kita bercanda. Tapi bener kok memang kepala bayinya sudah terlihat ( berdasarkan kesaksian ayah). So, tidak sampe 2 menit jabang bayinya keluar dehh.. terlahir dengan tangisan keras..hmmm cukup dengan 2 kali pengaturan nafas, bayi mungilku lahir ke dunia yang cerahh.. Alhamdulillah.

Oh ya, ibu pasien di sebelah sempet komentar kalau dia iri sekali melihat betapa mudahnya proses persalinan saya melihat betapa sulitnya ia mengerahkan tenaga untuk bisa mendorong bayinya keluar.

Hmm.. anak bunda sejak lahir sudah nggak mau nyusahin yaa…