Sudah empat hari ini kami benar-benar terpisah secara lokasi dengan Eyang putri. Sebelumnya meski sudah menyewa sebuah rumah sendiri, tapi ibu masih tinggal dengan kami sementara rumah beliau sedang di renovasi. Nah, ceritanya sabtu kemarin lah secara de facto kami berpisah.

Jadi, kini sayalah kepala rumah tangga di rumah ini.

Kalau kemarin-kemarin ini meski saya dan anak-anak tidur di ranjang yang beda namun tetap saja kami berkumpul dalam satu kamar . Waah bisa kebayang tuh ramenya kalo lagi main lempar bantal haha..

sebelum pindah saya dan suami pernah membicarakan mengenai kemungkinan anak-anak untuk berpisah kamar dengan kami, ayah-bundanya. Saya sempat kawatir, akan begitu sulit dan repotnya nanti. Satu kebiasaan yang harus diubah tiba-tiba.

Namun, yang membuat saya cukup kaget adalah ternyata sudah 4 malam ini mereka tiba-tiba saja sudah pisah kamar dengan kami. Tanpa saya sadari anak-anak malah tenang-tenang saja tidak ada masalah seperti nangis rewel atau malah protes.

mbak lala senang sekarang punya kamar sendiri sama adek Caca”

Caca juga senang”

Subhanallah! Semoga hal ini membawa kebaikan bagi anak-anak untuk saat ini dan tentu saja nanti.

Saya ingat, saya sendiri baru SD kelas 4 benar-benr mau terpisah ruang dengan orang tua.

Tanpa saya sadari, proses pendewasaan dan sikap mandiri mereka mulai terbangun semenjak mereka tidak lagi sulit untuk berangkat tidur sendiri.

Layla diusia 2,5 tahun sudah mulai tidur tanpa di ninabobok lagi

Caca diusia 2 tahun sudah mulai bobok sendiri

Tentu saja saat itu dengan catatan saya atau kami ayah-bundanya ada di dekat mereka.

Tapi sekarang?

Cukup saat awal tidur kami siapkan susu dan cerita sebelum tidur, kemudian mereka akan lelap sampai pagi.

Hmmmm ..

Saya masih pingin lho kelon2an kayak dulu.

Saya juga masih pingin mereka bisa tidur baru setelah saya nyanyikan lagu pengantar tidur

saya masih pingin mereka panggil-panggil “bunda” atau menangis karena manja sebelum tidur.

Pada dasarnya, saya masih pingin merasa dibutuhkan.

Yah..bayi-bayi kecil saya sudah mulai besar..malaikat-malaikat kecil saya sudah mulai membangun sayap. Senang, terharu tapi juga ada rindu.

Mungkin ini bukanlah hal luar biasa bagi orng tua lain. Apalagi mereka yang biasa mendisiplinkan anak-anak mereka tidur terpisah sejak dini. Tapi bagi kami, ini jadi prestasi tersendiri.

Untung saya masih punya bayi kecil satu lagi. Malaikat ini masih harus menempel pada bundanya. Saya akan nikmati pelan-pelan perkembangan zaza hingga mungkin nanti tiba saatnya untuk mulai belajar mandiri.

Semoga Anak-anakku menjadi anak yang membawa manfaat bagi kami orang tuanya dan orang-orang di sekitarnya.

Ya Allah..

Kuatkan orang yang lemah di antara mereka

Sehatkan badan, akhlak, agama mereka

Sejahterakan jiwa dan raga mereka

Ya Allah

mudahkanlah urusan mereka, dan perbaikilah keadaan, perbuatan dan niat mereka.

Alirkan rejeki mereka melalui tangan kami kedua orang tuanya

Ya Allah

Selamatkanlah mereka, berilah kesehatan dan maafkanlah mereka, panjangkan umur mereka dalam ketaatan dan keridhoan-Mu

terimalah amal mereka, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Engkaulah yang patut mengabulkan doa

Amin.