Mbak, kenapa kok anak anak semua punya akun twitter?

Pertanyaan ini pernah tercetus dari mulut teman saya dan saat itu saya hanya menjawab sambil bercanda : ‘ah, biar saja ketularan ayah bunda nya ‘

Tapi kemudian saya membaca satu postingan seseorang mengenai

“ Balita punya twitter? Buat apa?”

Nah, baru deh saya menulis postingan ini bukan ditujukan untuk menjawab, tapi lebih kepada sharing saja mengenai alasan kenapa kami membuat akun twitter maupun facebook untuk anak-anak.

Rasanya semua orang juga merasakan bangga bahagia dan sejuta perasaan hebat yang sulit buat diungkapkan bila kita sudah bicara tentang anak kita. Tidak ada anak yang selucu sepandai maupun sehebat anak kita sendiri. Ya iya dong..

sejak saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan mengasuh sendiri anak-anak saya banyak pengalaman menarik dan lucu yang saya alami bersama anak-anak. Dan tidak semua pengalaman itu bisa saya ingat satu persatu dengan jelas waktu dan detailnya.

Nah, disinilah facebook dan twitter bisa membantu saya ( setidaknya saya anggap bgt). Kadang ceplosan maupun candaan lucu anak2 ingin bisa saya share dan simpan kepada siapapun. Sering kok dulu sebelum saya mengenal 2 jejaring ini saya sengaja menelepon ayahnya untuk sekedar bercerita dan kami tertawa sama-sama di telepon, bahkan hingga di rumah kami masih suka membicarakannya. Tak pelak lagi, cerita ini juga kadang berkembang ke sekitar keluarga.

Tapi sekarang cukup saya posting sekali dari akun mereka selanjutnya ayahnya, bude, sepupu bahkan guru dan teman sekolahnya juga bisa langsung membaca atau mengkomentari postingan tersebut.

Jadi sekali lagi tujuan saya sih untuk sharing dan efisiensi hehe..

kalau ada yang tanya soal gunanya dari sisi marketing atau brand atau apalah wuiidiiiiiihhh!.. terlalu jauuh.. ini lebih ke catatan harian saja. Singkat. Cukup 140 karakter hehe

seandainya saya punya waktu luang cukup banyak, mungkin saya bisa sangat sangat rajin untuk posting di twitter atau facebook. Maklum saya memang sangat bangga dengan anak-anak saya dan tentu saja keluarga saya.