“Aduuh,…anaknya banyak yaa”

Ucapan ini sering kali saya dengar saat teman, kerabat menanyakan kabar saya dan berlanjut dengan berapa anak saya.

” Hebat ya..bisa ngurus anak 3 sekaligus”

” pasti repot ya mbak..”

“Kasian kan mbak anak masih kecil kok sudah dikasih adik lagi”

Haha.. saya hanya bisa tersenyum mendengar ucapan-ucapan tadi. Memang  beberapa orang tua yang merencanakan kelahiran berjauhan biasanya atas alasan-alasan di atas. Tapi ada alasannya mengapa saya memilih jarak lahir anak kami berdekatan.

Sejak keponakan saya, Asyifa  lahir 6 tahun lalu, saya mengikuti perkembangannya mulai dari bayi hingga sekarang. Mulai dari urusan mandi, bab, perkembangan kemampuannya dan semua itu menjadi salah satu proses pembelajaran bagi saya untuk lebih tahu seluk beluk  merawat anak. Magang, demikian istilah mas Dadik kakak ipar saya.

Karena keponakan saya itu masih anak tunggal  dan baru mempunyai adik (anak saya, Lala) saat umurnya 3 tahun lewat ada beberapa hal yang menjadikannya berbeda. Saat ia masih sendiri dan saat ia mempunyai adik.

Demikian juga dengan Lala , anak saya yang pertama

Saat ia sendiri, ia tidak pernah belajar untuk berbagi. Semua kemauannya harus dipenuhi

Saat ia sendiri, ia merasa ia adalah tumpuan kasih sayang semua orang. Jadi manja dan cengeng masih di anggap wajar

Saat ia sendiri, kemampuan bicaranya lambat perkembangannya

Tapi,

Saat adiknya hadir, ia belajar berbagi.

Saat adiknya ada, ia tahu bahwa ia juga belajar untuk mengasihi dan menyayangi adiknya

Saat adiknya mulai bicara, ia jauh lebih lebih banyak lagi menyerap kata dan merangkainya menjadi sebuah kalimat

Dan saat adiknya mulai bisa diajak main, ia jadi lebih berani lagi bereksplorasi dan mulai berinisiatif memimpin

Tapi yang paling membuat saya kagum adalah : ia jadi lebih mandiri.

Lala bobok sendiri tanpa harus dikeloni

Lala makan sendiri tanpa harus disuapi

Lala mau mengajari saat adik menggambar atau sekedar bermain pasir

Walau terkadang lala juga diingatkan, diarahkan dan bertingkah anak kecil, tapi lala tahu bahwa kami orang tuanya selalu mencintai dan memberi kasih sayang yang sama padanya dan juga adik-adiknya. Cinta kami sama, sayang kami sama. Tapi Lala punya kelebihan dibanding adik yaitu: Lala mampu menjadi kakak yang baik buat adik-adik.

Demikian juga dengan Caca, saat ini diusianya yang belum genap 2 tahun

Caca sudah makan sendiri

Caca bisa bobok sendiri

Caca sudah bisa diajak pergi ayah berdua tanpa bunda

Senang rasanya melihat mereka saat ini.

Yang utama, mereka tahu bahwa kami selalu menjaga dan memenemani mereka.

Dan mencintai mereka.

Naah, buat yang mau punya baby lagi dan ragu untuk jarak lahir. Mungkin pengalaman saya bisa bermanfaat.