Kehamilan merupakan suatu pengalaman yang menduduki tempat tersendiri di hati setiap wanita yang pernah mengalaminya. Mulai dari trimester pertama perubahan metabolisme tubuh yang membuat wanita mengalami morning sicknes, mual , pusing badan pegal-pegalk dan perut bagian bawah rasanya keram .
Memang gejala ini tidak selalu dialami oleh setiap wanita hamil namun sebagian besar gejala-gejala itulah yang dirasakan, mengingat begitu kehamilan terjadi tubuh juga ikut berubah. Bagi mereka yang sudah mengalami kehamilan beberapa kali mungkin akan tidak dirasakan sama sekali karena sudah terbiasa atau berpengalaman menghadapinya.

Bagi saya, kehamilan adalah suatu pengalaman membanggakan, menyenangkan dan tentu saja mengharukan. Saat hamil, saya merasakan ada kehidupan tumbuh dan berkembang makin besar dalam diri saya, dalam rahim saya. Subhanallah, dibalik segala ketidaknyamanan itu ada satu mukjizat yang akan selalu saya nikmati , yaitu melihat bayi itu tumbuh kian besar ditambah dengan perkembangan kemampuan motorik,visual dan lainnya yang sungguh sangat sayang buat dilewatkan.

Saat kehamilan pertama saya melakukan pemeriksaan di sebuah rumah sakit khusus ibu anak di daerah jatinegara. Mulai dari sebulan sekali, dua minggu sekali hingga sekali dalam seminggu. Dimana disetiap kedatangan saya selalu mendapatkan obat 4 macam mulai dari penguat rahim hingga vitamin-vitamin.
Menjelang kelahiran saat posisi bayi sudah bagus menghadap ke bawah dan sudah turun mendekati jalan lahir, saya bertanya pada sang dokter.
“dok, ini bisa normal kan?”
Dengan santai dokternya menjawab, ” ya diusahakan semua kelahiran tu normal bu, tapi kalau ada kelainan ya harus cesar”

Waduh.. Sebenarnya jawaban sang dokter biasa saja, hanya rasa kawatir saya kok malah nambah dan gak berkurang sedikitpun yaa, maklum anak pertama dan saya sangat menginginkan proses normal untuk kelahiran nanti. Terserah orang mau bilang proses alami itu sakit sekali dan operasi jauh lebih baik tapi buat saya, tidak ada keinginan lain dalam diri saya saat ini selain melahirkan secara normal dan melihat langsung sang bayi dalam pelukan kami, orang tuanya.

O ya saya juga mengunjungi bidan di dekat rumah yang kebetulan beliau adalah bidan yang sering mengobati saya sejak saya kecil dan keluarga kami kenal baik dengan beliau, juga keluarganya.
Alasan saya saat pertama kali memutuskan ke bidan Ros namanya, adalah silaturahmi dan konsultasi yang lebih mendalam karena pengalaman beliau yang sudah puluhan tahun menangani proses kelahiran.
Saat saya menanyakan pertanyaan yang sama dengan yang saya ajukan ke dokter, beliau dengan senyum dan pasti menjawab.
” bisa kok normal, mbak harus yakin dong. Posisi sudah bagus kesehatan ibunya juga bagus”. Kemudian beliau juga menyarankan agar saya banyak beraktifitas di rumah seperti kegiatan rumah tangga dan jangan dibawa rasa malas atau bosan. Perbanyak jalan, jongkok, masak deh buat suami atau sambil sedikit-sedikit mencuci keperluan bayi juga nggak apa-apa. Yah pokoknya jangan karena hamil terus kesibukan berkurang drastis.

Dari hasil konsultasi sehari itu saya memutuskan ingin melahirkan di bidan dan bukan di rumah sakit.
Suami, seperti biasa selalu mendukung apapun yang menurutnya baik terutama untuk kenyamanan dan ketenangan saya.