Sabtu, 2 agustus ayah beli sepeda baru untuk layla. Sepeda adalah hadiah ayah untuk layla yang sudah tambah pinter tambah cerewet dan tambah sering minta dibelikan sepeda karena menurutnya sepedanya sepeda untuk anak bayi, bukan sepeda anak-anak.
” Itu sepeda adek bayi ayah! Sepeda dedek Caca” begitu protesnya setiap kali di tanya kenapa minta sepeda baru, padahal sepedanya masih bagus.
” Terus sepeda adek yang kayak gimana?” dengan senyum lebarnya ayah menggoda layla.
” Itu loh sepeda yang kayak punya mbak Syifa!” jawab layla cepat dan yakin,
Memang sudah beberapa bulan terakhir ini layla sering meminjam sepeda Syifa . Selalu, setiap siang dan sore dengan semangatnya ia mengayuh sepeda roda empat itu dengan bangga. Cara mengayuhnya juga masih belajar, tidak langsung berputar terus seperti layaknya mengayuh sepeda. Tapi mengambil ancang-ancang mengayuh berkali-kali sehingga sepeda bisa berjalan sesuai arah yang dimauinya. Ah! Adek… semangatnya itu yang patut di acungi jempol!

Semenjak sabtu itu, setiap kali ada waktu luang layla selalu main dengan sepedanya. Dan setiap kali ada yang melintas didekatnya, dia akan berkata dengan kenesnya ” Ini sepeda baru adek! Dibeliin sama ayah!” sambil mulut mungilnya itu manyun lucu..duuuh! Gemess

Yahh.. Akhirnya bunda tersenyum lega melihat adek yang bangga dengan sepedanya dan tidak lagi harus berkelahi dengan Syifa karena dua-duanya sama-sama mau main sepeda. Sekarang kekawatiranku lain, adek suka ngebut! Kejar-kejaran sama syifa.. Hahaha!
Oh ya tapi sudah dua hari ini layla sudah pintar mengayuh sepeda, tanpa harus diulang-ulang. Arena bermain di ruang tengah harus bersih tak boleh ada hambatan. Kursi atau ayunan Caca bahkan Yang ti kalau lagi makan di kursi makan nggak boleh menghalangi. Kalau enggak, pasti ada teriakan! ” Awass… nggak muat niih!” sambil diputar-putarnya setang sepeda. Waduhh! Nggak boleh ada si komo niih!

Eh ada Ayah…
Dari jauh bunda melihat ada binar bahagia di mata ayah. Rasa bangga terlihat jelas diselingi senyumnya setiap melihat layla ( Caca juga deh). Sudah beberapa hari sebelumnya ayah mengutarakan keinginannya iuntuk membelikan sepeda layla, mengingat sepeda lamanya itu bukan jenis yang bisa di kayuh sendiri tapi harus di dorong. Jadi deh sabtu itu kami ke Kramat Jati, toko sepeda tempat kami bisa membeli sepeda juga ( disini murah, sepeda dengan jenis yang sama harganya selisih hampir 200 ribu di banding beli di ITC). Ayah yang menentukan model dan untuk warna kami sepakat Biru! Layla juga setuju. Begitu diturunkan dia nggak mau turun dari sepedanya padahal sadel sepedanya belum dirakit hahaha!
Alhamdulillah, kami menghela nafas lega.
Alhamdulillah, Layla bahagia dengan sepedanya.

Nah, sekarang adek bukan bayi lagi! kan sepedanya udah sepeda anak-anak

Subhanallah!