Belum 100% ayah fit dari sakitnya ayah mesti tugas luar kota. Rencana ini sudah di sounding dari awal bulan dan tinggal menunggu jadwal fix dari klien. Semestinya semua mudah-mudah saja tapi karena ayah mendadak sakit bunda jadi kuatir bukan main.


Ayah bedrest 2 minggu di rumah, dokter mengizinkan begitu selama makanan ayah dan kondisi dijaga. Jadilah ayah makan bubur (nggak terlalu halus tapi lembut) dan untuk lauknya bunda siapkan yang manis-manis tanpa santan, pedas, minyak dan juga dimasak agak lembut. Waah senang juga sedih rasanya.
Senang karena bunda mampu deh mengurus ayah tapi juga sedih liat ayah nggak seceria biasanya.
Ayah selalu protes dengan bubur, nggak selera katanya. Jadi, ayah bunda wajibkan sarapan telur rebus plus susu dan tentu saja ngemil biskuit buat tambah tenaga biar cepat pulih.
Ahamdulillah di minggu kedua ayah sudah boleh makan nasi sama dokter. Tapi tetap nggak boleh sembarangan.

Akhirnya senin kemarin ayah ngantor lagi dan sudah dijadwalkan bahwa selasa harus terbang ke Balikpapan. Bawaan sudah bunda siapkan mulai dari pakaian sampai obat dan cemilan ayah selama di Balikpapan. Bunda yakin ayah nggak akan sempat (kalaupun ada waktu ayah nggak akan menyempatkan diri) hunting cemilan.
Senin malam bunda sengaja nggak tidur supaya bisa mmbangunkan ayah jam 3 pagi, karena ayah berangkat dengan pesawat pertama. Duuh, bunda sedih deh ditinggal ayah meski sebentar. Sebab selama menikah inilah pertama kalinya bunda di tinggal tugas.
Bunda bahkan sudah kangen baru 1 jam ayah berangkat. Uuuh … Hiks…

Untunglah anak-anak nggak rewel sama sekali. Bahkan si cantik Lala selalu menghibur bunda ” Adek temenin bunda yah yah”….

Subhanallah!…Terima kasih ya Allah telah Kau berikan hamba-Mu ini putri cantik yang sangat mengerti dan bertanggung jawab yang selalu menemani dan menghiasi hari-hari hamba begitu indahnya