Empathy: the ability to understand, perceive and feel another person’s feelings.
Sympathy: the tendency to help others in order to prevent or alleviate their suffering.
Empathy: the ability to understand, perceive and feel another person’s feelings.
Sympathy: the tendency to help others in order to prevent or alleviate their suffering.
Resep ini berasal dari Iva , seorang kawan yang menurut saya dulu itu jauh dari dunia masak-memasak. Hobinya ngedugem, shopping, dan kalau jalan nggak akan berhenti sebelum copot tuh kaki. Tapi itu dulu, karena semua berubah total setelah ia menikah. sekarang hobinya memanjakan keluarga dengan kue buatannya. Sayang, saya belum sempat mencicipinya padahal pelanggannya hampir tiap hari order kue buatannya. Jauh, di Sangatta beliau tinggal bersama keluarga manisnya.
Bahan Kue :
2 cups gula
1 3/4 cups terigu
3/4 cups coklat bubuk
1 1/2 sdt baking powder
1 1/2 sdt baking soda
1 sdt garam
2 telur
1 cup buttermilk
1/2 cup butter,melted
1 cup hot cofee (2 sdt kopi dicampur 1 cup air panas)
Cara membuatnya:
Dalam wadah besar campur gula, tepung,coklat, baking powder,baking soda, dan garam.tambahkan telur, buttermilk. Mentega cair dan vanila. Mixer selma 2 menit dengan kecepatan sedang.masukan hot cofee aduk rata.panggang dengan suhi 180 derajat selama 30-35 menit.
Bila buttermilk tidak ada, untuk gantinya bisa pake susu uht 1 cup + 1 sdm cuka/ perasan lemon/jeruk nipis.
kalau tidak terlalu suka manis gulanya dikurangi jadi 1 1/2 cups
Untuk gannace coklatnya gunakan dark cooking chocolate + krim kental (kalau tidak ada pake susu biasa juga bisa ) + mentega dikit 
Selamat Mencoba!
“The Jihad of a woman is to afford pleasant company to her husband”
Rangkaian kata di atas selalu terngiang di benak saya manakali pertama kali diucapkan oleh orangtua saya. Dan kembali pagi tadi saya membacanya saat sedang blogwalking ke Syafiqb.com, sebuah blog milik seorang kawan, @sbasria Continue reading
Favorite Narration from Desperate Housewives Season 4:
“There is much to be afraid of in this world. But what we fear has nothing to do with gruesome masks or plastic spiders or life-like monsters. No, it’s the thoughts in our head that terrify us the most. What if she comes to regret her decision? What if he really is unhappy? What if the chance for love has passed forever? How do we conquer these terrifying thoughts? We start by reminding ourselves “What does not kill us, just makes us stronger.”
Kemarin caca ikut lomba PORSENI IGTK kecamatan Cipayung.
Kesimpulan caca malamnya adalah : “Bunda, tadi itu bukan lomba, tapi maen panas-panasan”
Oke. Caca sama sekali nggak salah. Kemarin memang sucks! Jam 7 pagi sudah banyak peserta berdatangan dan sampai jam 8 belum ada tanda-tanda acara akan dimulai. Hingga jam menunjukkan pukul 09.00. Continue reading