Rindu Candu

belum seharian kita berpisah

rindu ini sudah menggigit-gigit kewarasanku

kamu candu, kataku

 

belum juga matahari bosan memandangi bumi dengan angkuhnya

rindu ini sudah menampar bilik jantung

kamu candu, ucapku

 

saat melangkah, melayang bahkan menghirup lautan udara

rindu ini menyesak memenuhi paru-paru

hingga tak sanggup aku bernafas

kamu candu

 

kamu membuat aku mati rasa

dalam ketegaran yang punah pelahan

berganti dengan kelemahan seekor kupu-kupu

kamu candu

membuatku selalu ingin menghirup dan menghisap ragamu

kamu candu, aku tahu

 

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s